JAKARTA|republikews.net – Beberapa lembaga telah membentuk ekosistem untuk Harga Mobil berbasis hidrogen di Indonesia. Contohnya, PLN Indonesia Power (IP) telah meluncurkan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) hidrogen di Jakarta.
Sementara itu, PT Pertamina (Persero) juga sedang membangun stasiun pengisian bahan bakar hidrogen (SPBH) di Jakarta. Meskipun demikian, masih ada sejumlah kendala yang harus diatasi untuk mengadopsi kendaraan hidrogen secara luas di Indonesia.
Yohanes Nangoi, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), menanggapi isu tersebut dengan menyoroti kebersihan emisi teknologi mobil hidrogen.
Meskipun demikian, Nangoi menekankan bahwa kendala terbesar adalah harganya yang masih tinggi. Menurutnya, mobil hidrogen menghasilkan gas buang berupa air, menunjukkan keunggulan lingkungan yang signifikan.
Meskipun demikian, GAIKINDO menyambut baik upaya pemerintah dalam mengembangkan infrastruktur mobil hidrogen di Indonesia. Mereka mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap lingkungan dengan langkah ini.
