JAKARTA I REPUBLIKNEWS.NET-Sistem pencatatan dan pelaporan hasil pelayanan imunisasi melalui Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK) telah dilaksanakan sejak 2023. ASIK memungkinkan penyajian hasil pelayanan imunisasi secara cepat, real-time, dan berbasis data individual.

Setiap sasaran imunisasi dapat memantau hasil pelayanan imunisasi yang telah diterima dan status imunisasinya. Krnudian petugas kesehatan dapat mengakses data hasil pelayanan imunisasi, dari seluruh sasaran di wilayah kerjanya.

“Setiap bulan, 50 puskesmas dengan penginputan data dan pencapaian tertinggi dalam semua indikator program imunisasi, mendapatkan penghargaan berupa hadiah dan sertifikat/piagam yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P),” ucap Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid

Dari 50 puskesmas tersebut, 10 puskesmas terbaik dipilih setiap 2 bulan sekali untuk menerima penghargaan dari Menteri Kesehatan. Selanjutnya  diundang ke Jakarta untuk menerima sertifikat/piagam, yang ditandatangani oleh Menteri Kesehatan.

“Hingga minggu ketiga bulan Juni 2024, berdasarkan data ASIK, cakupan Imunisasi Bayi Lengkap baru mencapai 20 perse , Imunisasi Baduta Lengkap 15,7 persen, Imunisasi Antigen Baru (PCV2) 16,3 persen, dan Status Imunisasi Tetanus (T2+) 8,4 persen,” jelasnya.

Capaian ini, lanjutnya menjelaskan, masih di bawah target untuk semester pertama tahun ini, yaitu 50 persen.