
BEKASI I REPUBLIKNEWS.NET – Puluhan wali murid SMAN 1 Babelan, Kabupaten Bekasi Jawa Barat, menggelar aksi unjuk rasa di depan gerbang sekolah pada Selasa (25/11/2025).
Dengan membentangkan spanduk berisikan sejumlah kritikan, mereka menuntut transparansi penggunaan dana dan menolak berbagai pungutan yang dinilai tidak berdasar, mengingat sekolah negeri telah menerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah.
Aksi ini dipicu oleh keresahan para orang tua terhadap sejumlah pungutan yang dibebankan kepada siswa, terutama pasca kegiatan Mahafest yang digelar belum lama ini.
“Ini terkait transparansi dana, ya. Dari yang kemarin pas Mahafest, satu orang dimintai uang Rp10 ribu. Terus guru kakak saya diam-diam minta uang ke siswa, katanya buat nutupin kekurangan Mahafest kemarin. Sampai teman kakak saya ada yang ngasih Rp1 juta,” ungkap Zr, salah satu wali murid yang ikut aksi.
Tak hanya itu, para wali murid juga mengeluhkan adanya pungutan lain yang dibungkus dengan istilah “sumbangan”. Mereka mempertanyakan dasar hukum pungutan tersebut, mengingat sekolah negeri seharusnya mengandalkan dana BOS untuk operasional.
“Pungutan lainnya juga ada, siswa dimintai bayaran dengan embel-embel sumbangan. Padahal kan sekolah dapat dana BOS,” ujar salah satu peserta aksi lainnya.
Dalam aksi damai tersebut, para orang tua membawa spanduk bertuliskan tuntutan transparansi dan menolak pungutan liar. Mereka mendesak kepala sekolah untuk memberikan penjelasan terbuka terkait alokasi dana dan dasar hukum pungutan yang telah dilakukan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi. Namun, aksi ini menjadi sorotan publik dan memunculkan kembali perdebatan soal transparansi pengelolaan dana pendidikan di sekolah negeri.