BEKASI I REPUBLIKNEWS.NET- Pihak RSUD Cabang Bungin Kabupaten Bekasi Jawa Barat, menyampaikan klarifikasi resmi terkait beredarnya tayangan video melalui grup WhatsApp dan media sosial terkait kondisi pasien yang mengalami komplikasi pada mata saat menjalani perawatan penyakit demam berdarah (DBD. Klarifikasi dilakukan guna meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat.
Dirut RSUD Cabang Bungin Bekasi, dr. Hj. Erni Herdiani menegaskan komitmennya pada prosedur medis dan etika layanan. Sebagai Rumah Sakit Umum Daerah, selalu berkomitmen memberikan pelayanan medis semaksimal mungkin dan profesional kepada setiap pasien. Seluruh tindakan medis yang dilakukan di RSUD Cabang Bungin senantiasa mengacu pada standar prosedur operasional (SPO) yang berlaku dan dievaluasi secara berkala.
“Kami sangat menyayangkan adanya tudingan sepihak, tentang dugaan malpraktik yang disampaikan tanpa terlebih dahulu melakukan klarifikasi atau konfirmasi kepada pihak rumah sakit. Penyebaran video serta informasi yang tidak berimbang tersebut berpotensi menciptakan opini publik yang keliru dan mengabaikan asas praduga tak bersalah yang seharusnya dijunjung tinggi dalam menyikapi isu sensitif seperti ini,” jelas dr. Hj. Erni, Kamis (17/7/2025).
Menurut dr.Hj.Erni, bahwa komplikasi mata pasien bukan Amakibat tindakan medis, akan tetapi bagian dari perjalanan penyakit DBD. Dalam semangat keterbukaan dan peningkatan mutu pelayanan, RSUD Cabang Bungin telah melakukan evaluasi internal serta pendalaman bersama tenaga medis ahli lintas disiplin dari berbagai organisasi profesi. Hasil analisis menyimpulkan bahwa penanganan terhadap pasien telah sesuai prosedur medis yang ditetapkan.
“Adapun komplikasi yang terjadi pada mata pasien, berdasarkan penilaian medis, merupakan salah satu kemungkinan yang dapat timbul sebagai bagian dari perjalanan penyakit demam berdarah dengue (DBD). Walaupun komplikasi semacam ini tergolong jarang, kasus serupa pernah tercatat terjadi dalam sejumlah literatur dan laporan medis di berbagai rumah sakit,” jelasnya.
Pihaknya menghargai segala bentuk masukan dari masyarakat dan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan. Namun, ia juga mengimbau agar seluruh pihak lebih bijak dalam menyampaikan dan menyebarkan informasi, serta mengedepankan klarifikasi dari sumber resmi untuk menghindari kesalahpahaman yang dapat merugikan semua pihak, khususnya pasien dan keluarganyam
