BOGOR I REPUBLIKNEWS.NET- Pembagian raport di Sekolah Dasar Negeri (SDN) wilayah Kabupaten Bogor diduga dpungut biaya. Hal tersebut terjadi di SDN wilayah Kecamatan Babakan Madang tepatnya di Desa Karang Tengah.

Para orang tua murid di salah satu SDN ini sontak menyatakan protes dan meminta agar guru kelas di SDN tersebut ditindak. Mereka juga meminta agar pihak Disdik tegas memutasi oknum guru ke Pulau Seribu (Kepulauan Seribu).

Meskipun Pengurus Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) di Kecamatan Babakan Madang ini sudah menghimbau sekolah untuk dilarang melakukan pungutan apapun yang tidak resmi dan memberatkan orang tua / wali murid. Namun hal tersebut tak membuahkan hasil.

“Dari laporan yang masuk ke kami, ada protes sejumlah orang tua murid yang berkeberatan adanya dugaan pungutan pengambilan raport siswa di sekolah wilayah Kecamatan Babakanmadang tersebut,” ucap Aktivis Bogor Raya, Kisabily, Kamis (19/12/2024).

Kisabili juga menyebut, bahwa protes itu juga menyinggung adanya pungutan – pungutan lainnya, yang diantaranya adanya sumbangan untuk pondasi sekolah, ada pula siswa harus ikut kegiatan out school ke luar kota, yang memberatkan orang tua / wali murid.

“Kudu di demo teh sekolahan eta mah, ngadoreksaken, dimana mana ge nyokot raport teh seikhlas na, ie dipatok empat puluh rebu?, diktator empat puluh rebu (Rp40 Ribu -Red) seorang, ampun ah,” ucap Kisabily menurunkan para orang tua tersebut.

“Hayuu gas ken sok, tuman. Ker nyokot raport ge di menta “pekgow” (Rp150 Ribu -Red) buat pondasi ,” protes salah seorang orang tua murid, (nama dirahasiakan- Red), Rabu (18/12/2024).

Protes juga terungkap ketika Emak-emak orangtua murid sedang kumpul di samping sekolah.

“SD eta mah nyokot raport teh kudu empat puluh rebu. Bagi urang mah sakitu ngarasa kebaratan. Guru SDN eta mah kitu wae, kahayang urang sih guru eta dilaporkan ka dinas pendidikan,” ujarnya.