PAPUA I REPUBLIKNEWS.NET – Satgas Yonif 509 Kostrad yang bertugas di Intan Jaya, Papua, berhasil melaksanakan komunikasi sosial dengan masyarakat di Kampung Titigi. Wilayah ini sempat terisolasi akibat putusnya akses jembatan dari Kota Sugapa dan gangguan keamanan yang terjadi pada awal tahun 2024. Pada Senin, 26 Mei 2024, Satgas Yonif 509 Kostrad mengunjungi kampung tersebut dengan tujuan membangun hubungan yang harmonis dan meningkatkan kesejahteraan warga setempat.

“Kegiatan komunikasi sosial ini kami lakukan melalui ibadah bersama dan pemberian bantuan. Tujuan utamanya adalah menciptakan suasana damai dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelas Komandan Tim Kecil (Dan TK) Titigi, Lettu Inf Erick Dakusa. Menurut Erick, pendekatan ini penting untuk membangun saling percaya antara TNI dan masyarakat.

Dalam upaya menunjukkan bahwa TNI hadir tidak hanya sebagai pasukan keamanan tetapi juga sebagai saudara yang peduli, Satgas Yonif 509 Kostrad bergabung dengan masyarakat setempat dalam ibadah bersama. “Kami ingin masyarakat merasakan kehadiran kami sebagai bagian dari mereka, yang siap membantu dan mendukung dalam segala situasi,” ujar Erick.

Setelah ibadah, anggota Satgas melanjutkan kegiatan dengan dialog interaktif. Dialog ini menjadi momen penting bagi Satgas untuk mendengar langsung keluhan dan kebutuhan masyarakat. Erick menambahkan, “Ibadah bersama ini memberi kami kesempatan untuk lebih dekat dengan masyarakat dan memahami kebutuhan mereka secara mendalam.”

Selain ibadah, Satgas ini juga memberikan berbagai bentuk bantuan kepada masyarakat Titigi. Bantuan tersebut mencakup kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan bahan makanan lainnya. Distribusi bantuan dilakukan langsung oleh anggota Satgas, memastikan bantuan tepat sasaran dan diterima oleh mereka yang membutuhkan.

“Kami ingin masyarakat merasa diperhatikan dan didukung oleh TNI. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban mereka, terutama di daerah yang sulit dijangkau,” ujar Erick. Bantuan yang diberikan Satgas disambut positif oleh warga, yang merasa diperhatikan dan didukung oleh kehadiran TNI.