BOGOR I REPUBLIKNEWS.NET-Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Markas Pejuang Bogor (MPB) bersama Desa Watch menegaskan komitmennya dalam menyelamatkan anggaran pemerintah, khususnya Dana Desa (DD), dari penyalahgunaan oknum.
Penegasan disampaikan Ketua Umum MPB Atiek Yulis Setyowati dan Ketua Desa Watch Chaidir Rusli, Kabiro Hukum Desa Watch Edison, SH, usai melakukan konferensi pers pada Selasa, 21 Januari 2024.
“Contoh Dugaan Laporan Fiktif pada Dana Desa di Program Ketahanan Pangan . Salah satu kasus mencolok adalah laporan pertanggungjawaban (LPJ) 100 persen terkait program ketahanan pangan di salah satu desa di Kecamatan Cisarua,” ucap Atiek.
Namun, kata Atik menjelaskan, ketika dilakukan pengecekan lapangan, tidak ditemukan sapi sebagaimana dilaporkan, dan kandang pun baru saja dibangun. Informasi yang beredar menyebutkan, bahwa sapi-sapi tersebut dititipkan di lokasi lain.
“Ini indikasi bahwa laporan itu fiktif. Kami akan terus mengawal kasus ini agar tidak ada lagi oknum yang bermain-main dengan anggaran negara itu,” tegas Atiek Yulis Setyowati, yang akrab disapa Bunda Atiek.
Sementara itu, Komitmen Desa Watch dalam melindungi anggaran negara untuk masyarakat, dikatakan Ketua Desa Watch Chaidir Rusli yang kerap disapa Mang Iding, bahwa Desa Watch sebagai sosial kontrol.
Dari laporan yang masuk ke Desa Watch, lalu telah melakukan pengawasan atau memeriksa lebih dari 23 desa yang diduga keras terlibat dalam penyelewengan anggaran dana desa.
“Beberapa desa telah dilaporkan ke Inspektorat Kabupaten Bogor. Kami tegaskan bahwa tujuan utama investigasi ini bukan untuk menghukum kepala desa, tetapi memastikan bahwa dana desa digunakan sesuai peruntukannya demi kesejahteraan masyarakat,” kata Chaidir.
“Kami ingin dana yang seharusnya untuk rakyat benar-benar sampai ke masyarakat. Jika ada penyalahgunaan, kami beri kesempatan untuk mengembalikan. Tapi kalau terbukti ada kesengajaan, harus ada konsekuensi hukum,” jelasnya.