KARAWANG I POTRETDAERAH Fenomena “hilangnya” para pejabat publik dari kantor pemerintahan di Karawang kembali menjadi sorotan tajam. Ketua DPD Jawa Barat LSM KPK RI, Januardi Manurung, melontarkan kritik keras terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dinilainya kian jauh dari semangat pengabdian.

Dalam pernyataannya pada Minggu (7/12/2025), Januardi menyebut bahwa banyak pejabat setingkat kepala dinas, kepala sekolah, hingga kepala desa di Karawang yang kerap “menghilang” dari tempat tugas tanpa alasan yang jelas. “Mereka seperti hantu birokrasi—ada dalam struktur, tapi tak terlihat saat dibutuhkan,” sindirnya.

Menurutnya, perilaku tersebut bukan hanya mencoreng etika profesi, tetapi juga merupakan bentuk pengkhianatan terhadap sumpah jabatan. “ASN itu bukan sekadar status, tapi amanah. Kalau lebih sibuk urusan pribadi daripada melayani rakyat, itu artinya mereka lupa siapa yang mereka layani,” tegasnya.

Januardi menyoroti pentingnya penegakan Panca Prasetya KORPRI, khususnya butir kelima yang menekankan kejujuran, keadilan, dan profesionalisme. Ia menilai, banyak pejabat di Karawang justru menunjukkan gejala “alergi terhadap akuntabilitas” dan lebih nyaman berada di balik meja kosong daripada di tengah masyarakat.

“Bagaimana mungkin pelayanan publik berjalan optimal jika para pengemban amanah justru menghindar dari tanggung jawabnya? Ini bukan sekadar bolos, ini pelecehan terhadap kepercayaan rakyat,” ujarnya lantang.

Ia pun mendesak Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E., untuk tidak tinggal diam. “Sudah saatnya ada gebrakan. Jangan biarkan budaya ‘kabur dari kantor’ ini menjadi warisan birokrasi Karawang,” katanya.