JAKARTA I REPUBLIKNEWS— Kongres Wanita Indonesia (Kowani) tengah dilanda gejolak internal menyusul mosi tidak percaya yang diajukan sejumlah Dewan Pimpinan terhadap Ketua Umum Ny. Nannie Hadi Tjahjanto SH. 

Dalam pernyataan resmi yang disampaikan Sekjen Kowani Tantri Dyah Kiranadewi pada Selasa (18/112025), kepemimpinan Nannie dinilai telah melanggar etika organisasi dan mengancam stabilitas internal.

Tantri mengungkapkan bahwa selama beberapa bulan terakhir, Ketua Umum Nannie Hadi Tjahjanto telah mengambil sejumlah keputusan strategis secara sepihak, tanpa melalui mekanisme musyawarah sebagaimana diatur dalam AD/ART Kowani. 

Hal ini dianggap sebagai bentuk pelanggaran terhadap prinsip kolektif-kolegial yang menjadi fondasi organisasi.

“Beberapa poin utama yang menjadi dasar mosi tidak percaya tersebut meliputi, pengambilan keputusan tanpa melibatkan struktur organisasi, minimnya transparansi dalam pengelolaan program dan kegiatan,” katanya.

“Kemudian juga terkait gaya kepemimpinan otoriter yang membungkam kritik internal, dab terhambatnya program pemberdayaan perempuan akibat arah kebijakan yang dinilai menyimpang,” tambah dia.

Ancaman terhadap Integritas Organisasi

Para pengurus menilai bahwa kondisi ini telah mencapai titik kritis yang mengancam integritas dan marwah Kowani sebagai organisasi perempuan terbesar di Indonesia. 

Mereka menegaskan bahwa kepemimpinan Nannie tidak lagi mencerminkan semangat demokratis dan partisipatif yang menjadi roh Kowani sejak awal berdiri.