ACEH I RAKYATBERSUARA– Harapan warga Gampong Lhok Sanding kian nyata. Setelah banjir bandang akibat Siklon Senyar pada November 2025 memutus jembatan vital di atas Sungai Meureudu, kini pembangunan jembatan gantung penghubung desa telah mencapai 65 persen.  

"Proyek ini menjadi simbol sinergi, keahlian teknis Vertical Rescue Indonesia berpadu dengan dedikasi prajurit Yonif TP 836/Brahma Yodha," ucap Abdul Muhari, Ph.D., Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Senin (23/2/2026). 

Abdul Muhari menambahkan, dengan dukungan penuh material dari BNPB, tim gabungan bekerja siang dan malam demi mengakhiri keterisolasian warga.  

"Sejumlah tahapan utama sudah rampung 100 persen, mulai dari pengeboran besi palang, pembentangan enam sling utama, hingga pengecatan dasar gapura," jelasnya. 

Sementara itu, pekerjaan pondasi, sling pagar horizontal, dan plang gapura kini memasuki tahap akhir dengan progres 90–95 persen.  

“Jembatan ini bukan sekadar infrastruktur, melainkan nadi ekonomi dan sosial warga. Sinergi lintas sektor memastikan standar keamanan tinggi agar akses segera pulih,” ujarnya.

"Dengan percepatan yang terus dipacu, jembatan gantung Lhok Sanding diharapkan segera difungsikan, membuka kembali jalur kehidupan masyarakat Meurah Dua" tutupnya.