SUBANG I REPUBLIKNEWS—Kondisi jalan di jalur Pantura (Pantai Utara Jawa) kembali menjadi sorotan. Hingga pertengahan November ini, sejumlah ruas jalan di wilayah tersebut masih mengalami kerusakan parah, mulai dari jalan bergelombang, aspal mengelupas, aspal bekas tambalan yang membahayakan pengendara.

Kondisi ini tak hanya menghambat arus lalu lintas, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan. Para pengguna jalan, terutama sopir truk dan pengendara roda dua, mengeluhkan minimnya perbaikan dan pemeliharaan dari pihak berwenang.

 “Setiap hari kami melewati jalan berlubang. Sudah banyak kendaraan yang rusak, bahkan ada yang terguling. Kami minta KDM segera turun tangan,” ujar Budi (43), sopir travek asal Brebes, Minggu (16/11/2025).

Para pengguna jalan meminta Gguberur KDM hingga instansi terkait untuk segera menindaklanjuti keluhan masyarakat dan mempercepat proses perbaikan. Beberapa warga juga menyebut bahwa kerusakan jalan ini sudah berlangsung berbulan-bulan tanpa penanganan berarti.

Selain berdampak pada keselamatan, kerusakan jalan juga menghambat distribusi barang dan jasa di jalur vital ekonomi tersebut. Para pelaku usaha berharap pemerintah daerah dan pusat segera mengalokasikan anggaran untuk rehabilitasi jalan Pantura yang kualitasnya bagus dan awet.***

Editor: Asep Sbc