BOGOR I REPUBLIKNEWS.NET Aula Grahatara ITB Dewantara mendadak jadi ruang refleksi sosial ketika Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) kampus tersebut menggelar talkshow bertajuk “Dari Tabu ke Tahu: Menyelami Seksualitas, Gender, dan Batas Norma.”

Acara ini bukan sekadar diskusi, tapi sebuah gerakan intelektual yang mengajak mahasiswa menyelami isu-isu sensitif dengan pendekatan edukatif dan berlandaskan nilai moral.

Diprakarsai oleh Forum Perempuan BEM SI dan BEM BSJB, talkshow ini menghadirkan beragam perspektif dari para pemateri, mulai dari aktivis anti-LGBT Bogor Raya, Jarkasih, hingga Ketua Umum DPP KNPI, Putri Khairunisa, serta Fatin Humairo dari Forum Perempuan BSJB.

“Kami ingin menggeser paradigma dari tabu menjadi tahu. Mahasiswa perlu ruang aman untuk berdiskusi, bukan hanya berdebat,” ujar Dinayah Ayu, Ketua Pelaksana acara, Sabtu (7/11/2025).

Data yang Menggugah

Dinayah juga memaparkan data dari Warta Kota yang menunjukkan tren peningkatan pelaku penyimpangan seksual di Bogor: dari 4.610 orang pada 2017–2018 menjadi 5.000 pada 2019. Ia berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi rem sosial yang efektif.