BOGOŔ I REPUBLIKNEWS— Kawasan perbukitan di Bogor Barat kini berada di titik kritis akibat alih fungsi lahan besar-besaran dalam lima tahun terakhir. 

Penyusutan hutan dan lahan pertanian rakyat dinilai telah memperparah risiko bencana ekologis, mulai dari longsor hingga krisis sumber daya air yang semakin nyata.  

Koordinator Daerah (Korda) Bogor Barat BEM se-Bogor, Khaikal Sahid, menegaskan bahwa kerusakan lingkungan bukanlah akibat faktor alam, melainkan hasil dari praktik eksploitasi lahan yang berlangsung sistematis.  

“Ini bukan kesalahan alam, melainkan kesalahan kebijakan. Ada sistem yang dibiarkan salah dan merugikan masyarakat,” ujarnya, Kamis (18/12/2025).  

Data Krisis: Mata Air Hilang, Longsor Meningkat

Berdasarkan catatan BEM se-Bogor, 17 mata air dilaporkan mengering, kejadian longsor meningkat hingga 300 persen di sejumlah titik rawan dan alih fungsi hutan dan lahan pertanian menjadi perkebunan skala besar disebut sebagai penyebab utama.