BOGOR I REPUBLIKNEWS.NET– Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Bogor mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk memberikan perhatian serius terhadap sektor pertanian sebagai langkah strategis menuju swasembada pangan.
Koordinator BEM se-Bogor, Indra Mahfuzhi, mengatakan bahwa swasembada pangan bukan sekadar program, melainkan kebutuhan fundamental bangsa demi kesejahteraan masyarakat dan kemandirian daerah.
“Kabupaten Bogor dengan luas wilayah 2.992 km² dan jumlah penduduk hampir 5,7 juta jiwa sejatinya memiliki potensi agraris yang besar. Namun, arah pembangunan daerah dinilai semakin menjauh dari karakter agraris tersebut,” kata Indra, Senin (25/8/2025).
Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor 2024, luas lahan sawah terus menyusut akibat alih fungsi lahan. Pada 2018, luas lahan sawah tercatat 46.786 hektare, turun menjadi 46.559 hektare pada 2019.
“Dampaknya, produksi padi menurun hampir 9 persen hingga hanya mencapai sekitar 455 ribu ton pada 2023,” jelas Indra
Sementara itu, data dari Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor mencatat angka pengangguran terbuka tahun 2024 mencapai 7,34 persen atau sekitar 210 ribu jiwa. Jumlah desa rentan rawan pangan juga meningkat dari 130 desa menjadi 139 desa.
