
BREBES I REPUBLIKNEWS— Menjelang pergantian tahun, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kembali diterjang bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Salem dan sekitarnya.
Hujan deras yang mengguyur selama beberapa hari terakhir menyebabkan sungai-sungai meluap dan tanah perbukitan longsor, menimbulkan kerusakan infrastruktur, lahan pertanian, serta memaksa ratusan warga mengungsi.
DPD Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia ( AKSI ) Jawa Tengah, Slamet Becco, menyampaikan keprihatinannya atas bencana yang terjadi. Ia menilai bahwa musibah ini bukan semata-mata karena faktor alam, melainkan juga akibat ulah manusia yang tidak bertanggung jawab serta kelalaian pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Ini bukan hanya bencana alam, tapi juga bencana ekologis akibat tangan-tangan manusia yang serakah dan lemahnya pengawasan dari pemerintah. Sudah saatnya kita melakukan evaluasi menyeluruh,” tegas Slamet Becco, Kamis (4/11/2025).
Ia menyoroti maraknya pembalakan liar, alih fungsi lahan, serta pembangunan yang tidak memperhatikan aspek lingkungan sebagai faktor utama penyebab banjir dan longsor. Slamet juga mendorong pemerintah daerah dan pusat untuk segera mengambil langkah konkret dalam upaya mitigasi bencana.
“Reboisasi harus digencarkan, pelestarian hutan harus menjadi prioritas, dan tata ruang wilayah harus dievaluasi. Jangan sampai kejadian ini terus berulang setiap tahun,” tambahnya.
Menurutnya, bencana ini menjadi pengingat keras akan pentingnya sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menjaga keseimbangan alam. Tanpa langkah nyata, bukan tidak mungkin bencana serupa akan terus mengancam kehidupan masyarakat di masa mendatang.
Editor: Asep Bucek